Tampilkan postingan dengan label BIOTEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOTEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan

BEBERAPA PRODUK BIOTEKNOLOGI YANG SUDAH DIPASARKAN

Dari berbagi bidang bioteknologi produk yang sudah dipasarkan berbagai macam jenisnya. Berikut merupakan beberapa produk bioteknologi yang sudah menumbus pasaran yang sangat luas yaitu:
1.      Bidang bioteknologi kimia
Produk yang dihasilkan yaitu parfum, berbagai jenis enzim dan pemakaian
mikroba dalam industri pertambangan.
                                   
2.      Bidang bioteknologi farmasi dan kesehatan
Produk yang dihasilkan yaitu antibiotika (amfoterisin, penisilin, tetrasiklin dll) dan vaksin.

3.      Bidang bioteknologi energi
Produk yang dihasilkan yaitu bioetanol dan biodiesel.
  
4.      Bidang bioteknologi industri pangan
Produk yang dihasilkan yaitu produk susu (yoghurt dan mentega), minuman (wine, teh, kopi,  bir), sosis, nata, zat aditif makanan, HFS (high fructose syrup) dan pati.


5.      Bidang bioteknologi pertanian
Produk yang dihasilkan yaitu kompos, sel tanaman dan kultur jaringan, pestisida dan pakan ternak.



KETAHANAN DAN KEAMANAN BIOTEKNOLOGI

Bekerja dengan bioteknologi berati bekerja dengan mikroorganisme  baik alamiah maupun yang mengalami mutasi atau rekombinasi. Mungkin semua orang mengetahui dengan pasti sifat organisme yang digunakan, yang mungkin kurang mengenalnya, terutama hasil mutasi atau manipulasi genetik. Oleh sebab itu perlu adanya keamanan pada saat penelitian maupun terhadap produk yang dihasilkan. Beberapa hal yang dapat menimbulkan rasa aman tersebut antara lain adalah digunakannya prosedur standar labotarium (Good Laboratary practice), terdapat regulasi untuk penggunaan mikroorganisme tertentu maupun standar produk yang dihasilkan terutama yang diperuntukkan untuk pangan dan kesehatan manisia. Standar keamanan dan regulasi tersebut sudah ada dan diterapkan dengan ketat pada beberapa negara.
Keamanan dari suatu produk bioteknologi sangat berkaitan dengan kualitas dari produk yang dihasilkan. Masing-masing produk bioteknologi baik itu dibidang farmasi, pertanian, pangan dan kimia mempunyai kekurangan dan berbahaya bila peraturan penggunaan yang tidak baik. Misalnya produk bioteknologi dibidang pangan yang menggunakan teknik bantuan mikroba dalam membantu proses pembuatan produk, seperti yoghurt, sosis, wine dan lain sebagainya. Proses pembuatan produk memerlukan terapan sanitasi dan pemilihan mikroba yang baik sesuai kebutuhan, karena dengan tidak adanya penerapan sistem tersebut tidak akan menghasilkan suatu produk yang baik untuk dikonsumsi melainkan membawa penyakit terhadap manusia.
Setiap produk yang menggunakan bantuan mikroba atau stater dalam proses pembuatannya, perlu diperhatikan tingkat keasaman atau pH produk. Setiap mikroorganisme memiliki tingkat pH, Aw dan suhu untuk tetap hidup serta nutrisi. Mikroba patogen merupakan musuh terbesar dari suatu produk pangan, mikroba ini dapat mengakibatkan produk membusuk dan membawa penyakit serta membuat ketahanan (shelf live) produk menurun. Untuk mengatasi terjadinya kontaminan mikroba patogen perlu dilakukan tahap penyimpanan yang baik, baik itu suhu dan Kadar Aw produk.
Sistem ketahanan produk pangan sangat tergantung jenis kemasan (packing) yang digunakan. Fungsi dari kemasan adalah menjaga produk tetap bersih dan melindungi dari terjadi kontaminan, sehingga produk bisa tahan lebih lama. Setiap produk berbeda bahan baku yang dipakai untuk kemasan, baik kemasan plastik, gelas dan kaleng (logam). Untuk menjaga keamanan suatu produk, diberi label yang berfungsi sebagai informasi kepada konsumen. Didalam label terdapat beberapa unsur yaitu:
a.       Nama produk
b.      Label halal
c.       Komposisi
d.      Kodebar
e.       Kadarluarsa
f.       Dinas kesehatan dan BPOM
g.      SNI produk  
Peraturan pemerintah tentang kelayakan suatu produk dipasarkan dapat menjamin keamanan dan ketahanan produk. Banyak produk bioteknologi yang memasuki pasaran menggantikan produk sebelumnya, seperti pada produk obat, diagnosa dan pertanian. Perubahan yang sangat besar memungkinkan akan terjadi pada bidang diagnosa, suatu saat akan banyak penyakit yang dapat didiagnosa dini menggunakan kit diagnosa dan dapat dilakukan sendiri. Pada bidang lain, bioteknologi akan meningkatkan produksi pertanian dengan baik dan kemungkinan akan mengurangi tenaga kerja.
Cukup banyak riset yang bisa membawa dampak kurang menguntungkan bagi manusia. Apakah riset dilakukan terhadap mikroorganisme lain, apalagi yang berkaitan dengan manusia. Untk menjaga kemungkinan penyalah gunaan riset ini, perlu adanya suatu regulasi dan etika menyangkut penelitian bioteknologi yang dikenal sebagai bioetika. Bioetika merupakan studi interdisiplineer tentang masalah yang ditimbilkan oleh penelitian biologi dan kedokeran baik pada skala mikro maupun makro serta dampaknya pada masyarakat luas dan sistem tata nilainya saat ini dan masa datang.oleh karena itu bioetika sangat perlu diterapkan dan penerapannya memerlukan kajian yang tuntas dari segala disiplin ilmu.

BIOMOLEKUL SEBAGAI DASAR BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi mencakup berbagai aktifitas dengan cara memanfaatkan kemampuan dasar dari organisme hidup. Seperti diketahui sel merupakan unit dasar organisme biologis. Organisme sel banyak tersusun oleh berbagai kelompok sel yang masing-masing mempunyai peranan dan tugas tertentu, dan masing-masing kelompok tersebut akan menyokong fungsi keseluruhan untuk hidupnya. Dalam hal lain pada mikroba terdiri dari satu sel, maka masing-masing sel merupakan satu kesatuan yang terpisah, yang dapat melangsungkan semua fungsi yang diperlukan untuk tertap hidup.
Ciri organisme hidup adalah bagaimana mengorganisasi biomolekul untuk saling berinteraksi dan melakukan proses reaksi biokimia, yang pada intinya adalah berupa reaksi metabolism pembentuk senyawa (anabolisme) atau penguraian (katabolisme). Bahan dasar metabolism tersebut bias diperoleh dari lingkungannya dalam bentuk nutrient yang selanjutnya akan diubah menjadi ribuan jenis bahan kimia yang berbeda, masing-masing dengan peranan biologis khusus.evolusi telah memberikan kemampuan mikroorganisme yang luar biasa dimanfaatkan untuk proses bioteknologi. Mikroba yang paling banyak digunakan untuk tujuan bioteknologi adalah bakteri, ganggang dan kapang.
Prinsip dasar biomolekul yaitu molekul yang terlibat dan mengontrol reaksi biologis. Biomolekul terutama berupa makromolekul seperti lemak, karbohidrat, protein dan asam nukleat.
1.      Karbohidrat
Karbohidrat merupakan komponen pangan yang menjadi sumber energi utama dan sumber serat makanan. Komponen ini disusun oleh 3 unsur utama, yaitu karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Jenis-jenis karbohidrat sangat beragam dan mereka dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan atom-atomnya, panjang/pendeknya rantai serta jenis ikatan akan membedakan karbohidrat yang satu dengan lain. Dari kompleksitas strukturnya dikenal kelompok karbohidrat sederhana (seperti monosakarida dan disakarida) dan karbohidrat dengan struktur yang kompleks atau polisakarida (seperti pati, glikogen, selulosa dan hemiselulosa).
2.      Lemak
Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter , Kloroform  , benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut.
Lemak dan minyak merupakan senyawa organik yang penting bagi kehidupan makhluk hidup.adapun lemak dan minyak ini antara lain:
a.       Memberikan rasa gurih dan aroma yang spesipek 
b.      Sebagai salah satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan biomolekul
c.       Sumber energi yang efektif dibandingkan dengan protein dan karbohidrat,karena lemak dan minyak jika dioksidasi secara sempurna akan menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak. Sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau karbohidrat.
d.      Karena titik didih minyak yang tinggi, maka minyak biasanya digunakan untuk menggoreng makanan di mana bahan yang digoreng akan kehilangan sebagian besar air yang dikandungnya atau menjadi kering.
e.       Memberikan konsistensi empuk,halus dan berlapis-lapis dalam pembuatan roti.
3.      Protein
Protein merupakan suatu zat makanan yang penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsure C, H, O dan yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Protein disusun oleh 20 asam amino esiensial membentuk ikatan peptide.
4.      Asam Nukleat
Asam nukleat adalah makromolekul terbesar dalam sel, berupa polimer linier sangat panjang disebut juga polinukletida yang terdiri dari 106 atau lebih nukletida. Nukleotida terdiri dari molekul gula dengan 5 atom C, satu atau lebih gugus fosfat, dan basa nitrogen.
Asam Deoksiribonukleat (DNA) merupakan aasam nukleat yang mengandung informassi genetic dan biasanya dalam bentuk kompleks nucleoprotein (DNA-protein) yang disebut kromosom. Tiap kromosom membawa infoermasi genetic yang dibutuhkan pada sintesis senyawa yang diperlukan untuk pemeliharaan, pertumbuhan dan replikasi sel.
DNA merupakan molekul yang sangat besar dengan struktur sederhana, berupa 4 sub unit nukleotida yang terikat dalam suatu rantai dengan urutan tertentu. Urutan nukleotida dalam DNA berfungsi sebagai sandi untuk menyampaikan semua informasi kepada sel guna membuat segala sesuatu untuk kebutuhan kehidupannya.
Kemampuan mikroorgaisme untuk hidup dan bereproduksi bergantung sepenuhnya kepada pembentukkan protein yang besar pada saat yang tepat. Bioteknologi masa kini dibagung diatas pengertian mendalam mengenai proses bagaimana organism, terutama mikroba dapat membentuk senyawa kimiawi yang diinginkan serta bagaimana cara pemanfaatan kemampuan tersebut.

SEJARAH PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI

 Sejarah perkembangan bioteknologi dimulai sejak digunakannya mikroorganisme untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Sejak 6000 SM orang Samaria dan Babilonia sedah meminum bir, berarti bahwa telah ditemukan proses produksi minuman beralkohol dengan cara fermentasi. Orang mesir telah membuat roti sejak 4000 SM, pembuatan beberapa makanan lain baik di Eropa maupun di Asia seperti keju, yoghurt, kecap, tempe, pewarna makanan serta pembuatan tape adalah beberapa contoh pemanfaatan mikroorganisme yang sudah ada sejak lama.
  Menurut Suwanto (1998) bioteknologi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria pada tahun 1917 untuk mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakannya. Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti makhuk hidup dan teknologi yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.
Hampir semua antibiotik berasal dari mikroba, demikian pula enzim-enzim yang dipakai untuk membuat sirup fruktosa hingga pencuci pakaian. Dalam bidang pertanian, mikroba penambah nitrogen telah dimanfaatkan sejak abab ke 19. Mikroba pelarut fosfat telah dimanfaatkan untuk pertanian di negara-negara Eropa Timur sejak tahun 1950-an. Mikroba juga telah dimanfaatkan secara intensif untuk membersihkan dan mendekomposisi limbah dan kotoran selama berpuluh-puluh tahun. Dalam bidang medis, vaksin-vaksin tertentu dibuat dari virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Bioteknologi memiliki gradien perkembangan teknologi, yang dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional yang telah lama dan secara luas dimanfaatkan, hingga teknik-teknik bioteknologi baru dan secara terus menerus berevolusi.
Pemanfaatan mikroba untuk kepentingan manusia telah ada sejak zaman sebelum masehi. Hingga sekarang manusia telah mengalami tiga periode perkembangan bioteknologi, yaitu sebagai Berikut :
a.       Periode bioteknologi tradisional ( sebelum abad ke-15 M )
Dalam periode ini telah ada teknologi pembuatan minuman bir dan anggur menggunakan ragi (6000 SM), mengembangkan roti dengan ragi (4000 SM), dan pemanfaatan ganggang sebagai sumber makanan yang dilakukan oleh bangsa aztek (1500 SM ).
b.      Periode bioteknologi ilmiah ( abad ke-15 sampai ke-20 M)
Periode ini ditandai dengan adanya beberapa peristiwa berikut ini :
1)      Tahun 1670 : usaha penambangan biji tembaga dengan bantuan mikroba di Rio Tinto, Spanyol.
2)      Tahun 1686 : Penemuan mikrosop oleh Antony van Leeuwenhoek yang juga menjadi manusia pertama yang dapat melihat mikroba.
3)      Tahun 1870 : Louis pasteur menemukan adanya mikrob dalam makanan dan minuman.
4)      Tahun 1890 : alkohol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor.
5)      Tahun 1897 : penemuan enzim dari ekstrak ragi yang dapat mengubah gula menjadi alkohol oleh Eduard Buchner.
6)      Tahun 1912 : pengelolahan limbah dengan menggunakan mikrob.
7)      Tahun 1915 : produksi aseton, butanol, dan gliserol dengan menggunakan bakteri.
8)      Tahun 1928 : penemuan zat antibiotik penisilin oleh Alexander Fleming
9)      Tahun 1994 : Produksi besar-besaran penisilin
10)  Tahun.1953 : penemuan struktur asam deoksiribo nukleat ( ADN ) oleh Crick dan Watson. .
c.       Periode bioteknologi modern ( abad ke-20 M sampai sekarang)
Periode ini diawali dengan penemuan teknik rekayasa genetik pada tahun 1970-an. Peran teknologi rekayasa genetik pada era ini semakin terasa dengan diizinkannya penggunaan insulin hasil percobaan rekayasa genetik untuk pengobatan penyakit diabetes di Amerika Serikat pada tahun 1982.
Menurut Jones (2003) aplikasi bioteknologi untuk pertanian selain menawarkan berbagai keuntungan juga memiliki potensi resiko kerugian. Keuntungan potensial bioteknologi pertanian antara lain berupa potensi hasil panen yang lebih tinggi, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida, toleran terhadap cekaman lingkungan, pemanfaatan lahan marjinal, identifikasi dan eliminasi penyakit di dalam makanan ternak, kualitas makanan dan gizi yang lebih baik, dan perbaikan defisiensi mikronutrien.
Menurut Conko (2003), Potensi resiko bioteknologi terhadap pertanian dan lingkungan antara lain efek balik terhadap organisme non-target, pembentukan hama resisten, dan transfer gen yang tidak diinginkan yang meliputi transfer gen ke tanaman liar sejenis, transfer gen penyandi untuk produksi gen toksik, dan transfer gen resisten antibiotik melalui gen penanda antibiotik.


Conko, G. 2003. The Benefits of Biotech. Retgulation Spring, p. 20-25.

Jones, D.D. 2003. Food and Agricultural Biotechnology for the 21 st Century.  
Suwanto, A. 1998. Bioteknologi Molekuler: Mengoptimalkan Manfaat Keanekaragaman Hayati Melalui Teknologi DNA Rekombinan. Hayati, Vol. 5. No. 1. hlm. 25-28.

RUANG LINGKUP BIOTEKNOLOGI

Ruang lingkup bioteknologi sangat luas, namun demikian tujuan pertama dari perkembangaan ilmu ini adalah manfaat ekonominya. Sedangkan bila dilihat dari cakupan dan aplikasi ilmu ini sekarang maka terdapat berbagai definisi yang harus dikemukakan. Namun demikian dengan membatasi pada tujuan pertamanya maka bioteknologi sering didefinisikan sebagai suatu teknologi yang menggunakan dan memanfaatkan organisme biologis (hayati), baik sistem maupun proses, untuk menghasilkan barang maupun jasa yang berguna bagi kesejahteraan manusia.
Secara umum bioteknologi dapat difinisikan multidisiplin ilmu yang melibatkan bidang teknologi dan biosains terapan, serta mengikutsertakan penerapan praktis organisme biologis atau komponen selulernya dengan penerapan bioteknologi akan mencapai tujuannya jika terjadi keterpaduan antara disiplin ilmu biokimia, mikrobiologi, genetika dan biologi molekuler serta rekayasa proses dan teknik kimia.
Bioteknologi dikelompokkan dalam dua katagori yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern. Bioteknologi tradisional ditekankan pada cara seleksi bahan, mikroba yang digunakan dan modifikasi lingkungan untuk memperoleh produk yang optimal, misalnya pada pembuatan tempe, tape, roti, kecap dan mengompos sampah. Sedangkan bioteknologi modern melakukan manipulasi makhluk hidup untuk menghasilkan barang yang diinginkan, misalnya hormon, vaksin dan antibiotik.
Mikroba dapat hidup disegala tempat dengan kondisi lingkungan yang ekstrim sekalipun seperti pada temperatur beku atau temperatur didih air, di dalam minyak, dalam suasana pH asam maupun basa dan beberapa kondisi ekstrim lainnya. Mikroba dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan dimanfaatkan sebagai bahan makanannya seperti kayu, plastik, bahkan batuan padat atau bahan kimia lainnya baik yang secara alami ada pada lingkungan tersebut maupun sebagai pencemar.
Perkembangan bioteknologi semakin pesat sejalan dengan perkembangan rekayasa genetika pada pertengahan tahun 70-an, terutama setelah ditemukan cara mencangkokkan sepotong informasi genetika asing kedalam mikroba. Rekayasa genetika telah membuat berbagai mikroba yang dapat menghasilkan senyawa berharga antara lain antibiotik, insulin 9pengobatan diabetes), interferon (memerangi penyakit virus dan kanker), antibodi monoklonal (diagnoma medis) serta beberapa produk obat lainnya. Didalam bidang lain, teknologi kultur sel memungkinkan dilakukannya pengembangbiakan organisme lengkap dari potongan (fragmen) tanaman atau hewan dilabotarium. Dampak dari penelitian ini adalah memungkinkan pemuliaan tanaman dengan waktu lebih cepat serta ditemukannya varietas dan produk yang lebih unggul.
Setiap dari tiap penelitian atau penemuan ilmu baru dalam pemanfaatan teknologi dapat berdampak positif dan negatif.  Bioteknologi dapat beresiko akan dampak negatif. Timbulnya dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekarabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asing, seperti, gen cry dari bacillus thuringiensis maupun bacillus sphaeericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh mausia, perlu di cermati bahwa penyisipan gen asing ke genom inang dapat menimbulkan interaksi antar gen asing dan inang produk bahan pertanian dan kimia yang menggunakan bioteknologi.
Dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh bioteknologi adalah persaingan internasional dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi. Persaingan tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi negara berkembang karena belum memiliki teknologi yang maju, Kesenjangan teknologi yang sangat jauh tersebut disebabkan karena bioteknologi modern sangat mahal sehingga sulit dikembangkan oleh negara berkembang. Ketidakadilan, misalnya sangat terasa dalam produk pertanian transgenik yang sangat merugikan bagi agraris berkembang. Hak paten yang dimiliki produsen organisme transgenik juga semakin menambah dominasi negara maju.
Dari segi dampak positif dari bioteknologi. Keanekaragaman hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik dalam perkembangan dan perkembangan industri bioteknologi. Baik donor maupun penerima (resipien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri, jamur, lumut, tumbuhan, hewan, juga manusia. Pemilihan donor / resipien gen bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai ekonomis suatu produk yang dapat dikembangkan menjadi komoditis bisnis. Oleh karena itu, kegiatan bioteknologi dengan menggunakan rekayasa genetik menjadi tidak terbatas dan membutuhkan suatu kajian sains baru yang mendasar dan sistematik yang berhubungan dengan kepentingan dan kebutuhan manusia. Perdebatan tentang positif untuk mengatasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan bioteknologi, antara lain pada tahun 1992 telah disepakati konvensi keanekaragaman hayati yang dikenal dengan nama  Convetion on Biological Diversity yang mengikat secara hukum bagi negara-negara yang ikut mendatanginnya.
berikut ini beberapa implikasi bioteknologi bagi perkembangan sains dan teknologi serta perubahan lingkungan masyarakat.
a.       Bioteknologi dikembangkan melalui pendekatan multidisipliner dalam wacana molekuler. Ilmu-ilmu dasar merupakan tonggak utama pengembangan bioteknologi maupun industri bioteknologi
b.      Bioteknologi dengan pemanfaatan teknologi rekayasa genetik memberikan dimensi baru untuk menghasilkan produk yang tidak terbatas.
c.       Bioteknologi pengelolahan limbah menghasilkan produk biogas, kompos, dan lumpur aktif.
d.      Bioteknologi di bidang kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antar lain vaksin , antibiotik, antibodi monoklat, dan intrferon.
e.       Bioteknologi dapat meningkatkan variasi dan hasil pertanian melalui kultur jaringan, fiksasi nitrogen pengendalian hama tanaman, dan pemberian hormon tumbuhan.
f.       Bioteknologi dapat menghasilkan bahan bakar dengan pengelolahan biommasa menjadi etanol (cair) dan metana (gas).
g.      Bioteknologi di bidang industri dapat menghasilkan makanan dan minuman, antara lain pembuatan roti, nata de coco, brem, mentega, yoghurt, tempe, kecap, bir dan anggur.

PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi merupakan salah satu bidang IPTEK yang menjadi pusat perhatian para ilmuan, industriawan, pebisnis, politikus maupun negara, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pengembangannya. Menurut Sunarlim dan Sutrisno (2003) Bioteknologi merupakan cabang ilmu yang relatif baru dibanding disiplin ilmu lainnya yang sudah lama berkembang. Meskipun demikian, penelitian bioteknologi berkembang pesat terutama setelah ditemukannya teknik dan peralatan modern seperti polymerase chain reaction, sequencer, dan microarray. Pemanfaatan bioteknologi berkembang pada berbagai bidang, seperti pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, farmasi, kedokteran, dan bidang lain yang berhubungan atau memanfaatkan agens hayati. Meskipun tidak sepesat negara maju, penelitian bioteknologi di Indonesia juga berkembang, baik yang berkaitan dengan ilmu dasar maupun terapan yang berpotensi komersial. Hasil penelitian berbasis bioteknologi bermanfaat dalam membangun industri.
Pengembangan ilmu ini disamping meningkatkan segi ilmiah, teknologi dan ekonomi juga mempengaruhi implikasi sosial, politik dan etika secara lebih luas. Perkembangan yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kerugian bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu saat ini sedang gencar dibahas tentang etika terkait dengan riset bioteknologi, terutama riset yang berkaitan dengan manusia.
 Bioteknologi yang semakin meningkat merupakan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, perlu disadari bahwa dengan adanya bioteknologi yang semakin berkembang belum menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat suatu negara, karena masih banyak masyarakat yang tingkat ekonominya rendah sehingga penggunan bioteknologi yang kurang merata.

 
© Bosan Kuliah All Rights Reserved