Tampilkan postingan dengan label ILMU PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

JENIS DAN MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PTK

Sebagai paradigma sebuah penelitian tersendiri, jenis PTK memiliki karakteristik yang relatif agak berbeda jika dibandingkan dengan jenis penelitian yang lain, misalnya penelitian naturalistik, eksperimen survei, analisis isi, dan sebagainya. Jika dikaitkan dengan jenis penelitian yang lain PTK dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian kualitatif dan eksperimen. PTK dikatagorikan sebagai penelitian kualitatif karena pada saat data dianalisis digunakan pendekatan kualitatif, tanpa ada perhitungan statistik. Dikatakan sebagai penelitian eksperimen, karena penelitian ini diawali dengan perencanaan, adanya perlakuan terhadap subjek penelitian, dan adanya evaluasi terhadap hasil yang dicapai sesudah adanya perlakuan. 

Ditinjau dari karakteristiknya, PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain: 
(1) didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional; 
(2) adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya; 
(3) penelitian sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi; 
(4) bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional; 
(5) dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.
Menurut Richart Winter ada enam karekteristik PTK, yaitu 
(1) kritik reflektif, 
(2) kritik dialektis, 
(3) kolaboratif, (4) resiko, 
(5) susunan jamak, dan
(6) internalisasi teori dan praktek (Winter, 1996). 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan secara singkat karakteristik PTK tersebut.

1.      Kritik Refeksi; salah satu langkah di dalam penelitian kualitatif pada umumnya, dan khususnya PTK ialah adanya upaya refleksi terhadap hasil observasi mengenai latar dan kegiatan suatu aksi. Hanya saja, di dalam PTK yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi atau penilaian, dan refleksi ini perlu adanya upaya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf evaluasi terhadap perubahan-perubahan.
2.      Kritik Dialektis; dengan adanyan kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia melakukan pemeriksaan terhadap: (a) konteks hubungan secara menyeluruh yang merupakan satu unit walaupun dapat dipisahkan secara jelas, dan, (b) Struktur kontradiksi internal, -maksudnya di balik unit yang jelas, yang memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun sesuatu yang berada di balik unit tersebut bersifat stabil.
3.      Kolaboratif; di dalam PTK diperlukan hadirnya suatu kerja sama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega, mahasiswa, dan sebagainya. Kesemuanya itu diharapkan dapat dijadikan sumber data atau data sumber. Mengapa demikian? Oleh karena pada hakikatnya kedudukan peneliti dalam PTK merupakan bagian dari situasi dan kondisi dari suatu latar yang ditelitinya. Peneliti tidak hanya sebagai pengamat, tetapi dia juga terlibat langsung dalam suatu proses situasi dan kondisi. Bentuk kerja sama atau kolaborasi di antara para anggota situasi dan kondisi itulah yang menyebabkan suatu proses dapat berlangsung.Kolaborasi dalam kesempatan ini ialah berupa sudut pandang yang disampaikan oleh setiap kolaborator. Selanjutnya, sudut pandang ini dianggap sebagai andil yang sangat penting dalam upaya pemahaman terhadap berbagai permasalahan yang muncul. Untuk itu, peneliti akan bersikap bahwa tidak ada sudut pandang dari seseorang yang dapat digunakan untuk memahami sesuatu masalah secara tuntas dan mampu dibandingkan dengan sudut pandang yang berasal; dari berbagai pihak. Namun demikian memperoleh berbagai pandangan dari pada kolaborator, peneliti tetap sebagai figur yang memiliki ,kewenangan dan tanggung jawab untuk menentukan apakah sudut pandang dari kolaborator dipergunakan atau tidak. Oleh karenanya, sdapat dikatakan bahwa fungsi kolaborator hanyalah sebagai pembantu di dalam PTK ini, bukan sebagai yang begitu menentukan terhadap pelaksaanan dan berhasil tidaknya penelitian.
4.      Resiko; dengan adanya ciri resiko diharapkan dan dituntut agar peneliti berani mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Resiko yang mungkin ada diantaranya (a) melesetnya hipotesis dan (b) adanya tuntutan untuk melakukan suatu transformasi. Selanjutnya, melalui keterlibatan dalam proses penelitian, aksi peneliti kemungkinan akan mengalami perubahan pandangan karena ia menyaksikan sendiri adanya diskusi atau pertentangan dari para kalaborator dan selanjutnya menyebabkan pandangannya berubah.
5.      Susunan Jamak; pada umumnya penelitian kuantitatif atau tradisional berstruktur tunggal karena ditentukan oleh suara tunggal, penelitinya. Akan tetapi, PTK memiliki struktur jamak karena jelas penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipasi atau kolaboratif. Susunan jamak ini berkaitan dengan pandangan bahwa fenomena yang diteliti harus mencakup semua komponen pokok supaya bersifat komprehensif. Suatu contoh, seandainya yang diteliti adalah situasi dan kondisi proses belajar-mengajar, situasinya harus meliputi paling tidak guru, siswa, tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran, interaksi belajar-mengajar, lulusan atau hasil yang dicapai, dan sebagainya.
6.      Internalisasi Teori dan Praktik; Menurut pandangan para ahli PTK bahwa antara teori dan praktik bukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi, keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung, dan keduanya berfungsi untuk mendukung tranformasi. Pendapat ini berbeda dengan pandangan para ahli penelitian konvesional yang beranggapan bahwa teori dan praktik merupakan dua hal yang terpisah. Keberadaan teori diperuntukkan praktik, begitu pula sebaliknya sehingga keduanya dapat digunakan dan dikembangkan bersama.

Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa bentuk PTK benar-benar berbeda dengan bentuk penelitian yang lain, baik itu penelitian yang menggunakan paradigma kualitatif maupun paradigma kualitatif. Oleh karenanya, keberadaan bentuk PTK tidak perlu lagi diragukan, terutama sebagai upaya memperkaya khasanah kegiatan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan taraf keilmiahannya.

HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.

PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.

Jenis penelitian ini dapat dilakukan didalam bidang pengembangan organisasi, manejemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata kuliah. Untuk lebih detailnya berikut ini akan dikemukan mengenai hakikat PTK.

Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988).

Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).

Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, jelaslah bahwa dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintropeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang guru/pengajar diharapkan cukup professional untuk selanjutnya, diharapkan dari peningkatan kemampuan diri tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas anak didiknya, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa.

Dengan dilaksanakannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realities, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua “ aksinya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekurangan-kekurangan dan kelebihannya. Apabila di dalam pelaksanaan “aksi” nya masih terdapat kekurangan, dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadi tanggungjawabnya tidak terjadi permasahan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTKialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu, dilaksanakannya PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pangajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mengganjal di kelas.

MENGAPA PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENTING

Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesional seorang guru :

1.      PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap lakukan.apa yang dia dan muridnya
2.      PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktis, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya.
3.      Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang dilakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya.
4.      Pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
5.      Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.
6.      Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional; mengembangkan keterampilan guru; meningkatkan relevansi; meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.

Contoh Judul Skripsi dan Penelitian

Pembuatan Alat Uji Air-Gun Compressor dan Penyelidikan Perilaku Mekanik Berbagai Material Keramik Akibat Beban Impak

Pendugaan Nilai Kepadatan Tanah melalui Pengukuran Sifat Dielektrik : Suatu Teknik Analisis Tanah Baru yang Berwawasan Lingkungan

Model Komputasi Perambatan Gelombang Radio 3-Dimensi untuk Perencanaan Sistem Pemancar Televisi dalam Mengatasi Masalah Blank-Spot Gelombang Pantul dan Multicoverage

Pengolahan Sinyal Respons Struktur yang Bergetar : Aplikasi pada Masalah Vibrasi Pelat Tipis

Pemanfaatan Batang Kelapa Sawit sebagai Bahan Bangunan dan Furnitur

Desain Prototipe Kontainer sebagai Alat Simpan Angkut Komoditas Hortikultura Segar dengan Sistem Atmosfer Terkendali

Kaji Statis dan Dinamis Komponen Beton Pracetak Penuh Sistem Struktur Rumah Susun Murah di Indonesia

Pendayagunaan Abu Terbang untuk Material Beton Kinerja Tinggi

Besaran Mekanis Beton Polimer Kinerja Tinggi

Sifat Statis dan Dinamis Struktur Beton Pracetak dengan Perekat Basah yang Terbuat dari Beton Polimer

Penentuan Ciri Mekanik dan Pengujian Desain Kriteria Anjungan Lepas Pantai di Indonesia

Pemodelan Evolusi (Erosi-Akrasi) Pantai Akibat Pengaruh Gelombang dan Arus Laut : Studi Kasus Pantai Anyer, Carita, Banten

Pengembangan Metodologi Analisis Kestabilan Tambang Batu Bara Indonesia

Pengembangan Metode Baru yang Lebih Andal dan Efisien untuk Analisis dan Desain Interaksi Tanah-Struktur

Penentuan Nisbah Stokiometrik Resin-Bahan Pengeras dan Jumlah Bahan Pengisi Resin Tuang Epoksi Sikloalifatik yang Digunakan sebagai Isolator Tegangan Tinggi Pasangan Luar di Daerah Beriklim Tropis

Stabilisasi Lereng Insitu dengan Menggunakan Sistem Geosintetik Diangkur

Model Zona Kegempaan Terpadu untuk Mitigasi Bencana Gempa

Pemodelan Tsunami dan Zonasi Daerah Rawan Tsunami di Indonesia

Model Transportasi Angkutan Umum dalam Usaha Mengatasi Masalah Kemacetan (Studi Kasus di Kota Bandung)

Pengembangan Prototipe Mesin Pengkondisian Udara Takstasioner

Perilaku Mekanik Beton Kinerja Tinggi dengan Gradasi Butiran Bercelah

Penggunaan Terak Nikel Berdasarkan Uji Sifat Kimia dan Fisik untuk Campuran Beton Kinerja Tinggi

Model Rekonstruksi Cadangan Minyak Bumi melalui Analisis Spasial STARMA

Pembentukan Fase Mineral dengan Memanfaatkan Breksi Batu Apung sebagai Bahan Baku Tambahan pada Pembakaran Keramik

Model Objek Bawah Permukaan Bumi berdasarkan Pengolahan Terpadu Data Georadar

Mintakat Epikarst Gunung Kidul untuk Penyediaan Air Bersih

Pembuatan Gips dari Air Kawah Ijen dan Batu Kapur secara Sinambung dengan Arus Berlawanan Arah

Perilaku Mekanik Kayu Kelapa

Pemanfaatan Limbah Abu Sekam Padi untuk Meningkatkan Mutu Beton

Produksi Batu Padas Buatan dengan Batu Apung sebagai Bahan Pengisi

Upaya Penegakan Hukum Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berwawasan Lingkungan di Sumatera Utara

Pemodelan Mutu Air Kaji Kasus Sungai dan Estuari di Kawasan DKI Jakarta serta Teluk Jakarta

Pengaruh Eksploitasi Air Tanah pada Penurunan Mutu Lingkungan dan Verifikasi Air Tanah Daerah Semarang dan Sekitarnya

Teknologi Penginderaan Jauh untuk Mengetahui Sebaran Mangrove di Jawa Tengah Serta Implikasinya untuk Pengelolaan Fisik Wilayah Pantai

Teknologi Otomasi Kartografi dalam Pemodelan Atlas Sumber Daya Air di Pulau Jawa

Rekayasa Konfigurasi Sistem Adsorpsi dan Biocycle untuk Pengolahan Air Limbah Domestik yang Mengandung Detergen

Manipulasi Sifat Kimia Tanah untuk Mengurangi Dampak Negatif Logam Berat Asal Limbah Industri pada Tanah, Air, dan Tanah

Pemakaian Tulangan Spiral untuk Perbaikan Kolom Beton yang Rusak Akibat Gempa

Peningkatan Kekuatan dan Daktilitas Kolom Beton Mutu Tinggi terhadap Beban Tekan Konsentris

Perancangan dan Pembuatan Prototipe Mesin Pelempar Shuttlecock

Rancang Bangun Sistem Irigasi Tetes : Suatu Upaya Stabilisasi Produksi Apel pada Musim Kemarau

Penyusunan Konsep Kode Perancangan, Pembuatan, Perakitan, dan Pengujian Sistem Perpipaan Industri

Implementasi Sistem Kontrol Kecepatan Motor Induksi dengan Pemroses Sinyal Digital

Mineralisasi, Pola Struktur dan Kaitannya dengan Tektonik Sistem Subduksi, Studi Kasus Daerah Ponorogo dan Sekitarnya

Beton dengan Batu Andesit sebagai Agregat Kasar dan Tras Halus sebagai Substitusi Parsial Seen

Perilaku Fondasi Cakar Ayam pada Model di Laboratorium

Pencitraan Konduktivitas Bawah Permukaan dan Aplikasinya untuk Identifikasi Penyebaran Kontaminan

Penanganan Lumpur Minyak Bermatra Ekologi

Perilaku Mekanis Balok Beton Bertulang Hibrid dengan Bukaan pada Badan

Analisis Ciri Keausan Bantalan Gelinding Berbasis Pemantauan Sinyal Getaran

Prototipe Mesin Penyeimbang dengan Konsep Peta Spektrum Frekuensi dan Order Tracking

Struktur Panel Pracetak Sandwich Beton Agregat Normal-Ringan

Beton Agregat Prepak untuk Perbaikan dan Produksi Struktur Beton Bertulang

Rancang Bangun Sistem Pengereman Semilock Mekanis-Hidrolik dengan Kombinasi Load Sensing, Proportioning Valve, dan Membran

Pengembangan Pendifusi Jet Swirling sebagai Alat Penyejuk Udara

Analisis Metode Pelaksanaan Sistem Jembatan Beton Kontinu

Kontribusi Kekang pada Perilaku Mekanik Struktur Kolom yang Terbuat dari Beton Mutu Tinggi dengan Gradasi Bercelah

Semen Penyekat Lubang Sumur Minyak, Gas, dan Panas Bumi yang Bersuhu dan Bertekanan Tinggi

Potensi Tanaman sebagai Pereduksi Material Pencemar Udara dan Kebisingan Kendaraan Bermotor

Pengembangan Paket Sistem Penunjang Keputusan untuk Manajemen Sistem Pertanian Konservasi di Lahan Kering

Perilaku Mekanik pada Elemen Struktur Beton Agregat Daur Ulang

Pengembangan Penjernih untuk Pengolah Air Minum dengan Memanfaatkan Aliran Melalui Media Berbutir

Penanggulangan Pencemaran oleh Limbah Cair Industri Pengolahan Hasil Pertanian Tingkat Menengah dan Rendah dengan Teknik Kolam Ganggang

Prototipe Sistem Pengendali Ketuk pada Motor Bensin

Potensi dan Produktivitas Gasbio dari Tempat Pembuangan Sampah Kota sebagai Sumber Energi Alternatif

Pengaruh Kehalusan Abu Terbang pada Durabilitas Beton Bertulang dengan Metode Galvanostatis

Pencemaran Tanah dan Sumber Air karena Pupuk dan Pestisida

Optimasi Bioremediasi Bakteri Perombak Alkil Benzena Sulfonat

Cacing Tanah dan Serasah untuk Mempercepat Proses Revegetasi Lahan Bekas Penambangan Batu Bara

Pembuatan Poliblen Degradabel Menggunakan Teknik Pengolahan Reaktif Poliolefin dan Serat Limbah Kelapa Sawit

Rekayasa Mesin Pengolah Limbah Tandan Kosong untuk Menghasilkan Pulp sebagai Bahan Baku Industri Papan Serat dan Kertas

Pembuatan Komposit Silika Organik dengan Proses Sol-Gel

Pemanfaatan Fotoelektrokatalisis dengan Menggunakan Lapisan Tipis Titanium Dioksida untuk Detoksifikasi Air

Pembuatan Elektrode Las Listrik dari Komposit Matriks Logam berupa Tembaga dengan Pengerasan Terdispersi dengan Cara Metalurgi Serbuk

Produksi Lemak Tengkawang sebagai Bahan Baku Industri Lipstik

Pemanfaatan dan Peningkatan Sifat-sifat Pulp Daur Ulang

Pengembangan Papan Komposit dari Limbah Kayu dan Plastik

Rekayasa Chisel/Mole Plow Bertahanan Tarik Rendah dengan Penerapan Teknik Pelumasan Elektro-Osmotik

Produksi Minyak Kaya Asam Lemak Omega-3 dengan Teknik Interesterifikasi Asidolisis Enzimatik

Teknologi Proses Ekstrasi Membran Cair Emulsi untuk Pengolahan Krom dari Limbah Elektroplating

Teknik Diagnostik Kerusakan Motor Piston Berbasis Sinyal Getaran

Prototipe Proses Produksi Minyak Pelumas dari Biji Jarak

Peningkatan Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar pada Motor Bakar melalui Pelumasan Piston Ring

Prototipe Motor Stirling Suhu Rendah untuk Mendapatkan Energi Mekanis dari Tungku Briket Batu Bara Penghasil Kalor

Pemungutan Senyawa Kalium dari Cairan Induk Penggaraman

Pengembangan Reaktor untuk Produksi Asam Lemak Omega-3 dari Minyak Ikan secara Enzimatis Menggunakan Lipase Amobil

Amobilisasi Amilase Menggunakan Bentonit untuk Efisiensi Produksi Glukosa Cair bagi Berbagai Industri

Rancang Bangun Sistem Pemroses Limbah Padat Bumbu Masak

Distilasi : Cara Pemisahan Komponen dalam Sistem Aseton-Butanol-Etanol Hasil Fermentasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit

Rancang Bangun Mesin Pengemas dan Rekayasa Teknologi Industri Tahu Kemas

Pelapisan Seng pada Baja Tulangan Beton dengan Galvanisasi Pencelupan Panas dan Elektrolisis untuk Meningkatkan Durabilitas Struktur Beton Bertulang

Blending Karet Alam dengan Karet Butil atau Turunannya untuk Bantalan Mesin

Pembuatan Mikrokristalin Selulosa dari Jerami Padi

Protease Baru dari Bakteri Bongkrek untuk Industri Detergen

Peningkatan Rendemen dan Efisiensi Proses Penyulingan Minyak Nilam Melalui Modifikasi Alat dan Penggunaan Jenis Bahan Bakar

Pengolahan dan Pendayagunaan Limbah Agroindustri Kelapa Sawit

Sintesis Oleokimia dan Turunan Oleokarbohidrat sebagai Komoditas Bahan Kimia Agroindustri

Proses Membran Cair Berpendukung Ganda Untuk Pemisahan dan Pengentalan L-Fenilalanina dari Kaldu Fermentasi

Biokonversi Serat Sawit dengan Aspergillus niger sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Interesterifikasi Enzimatis Palm Stearin dengan Minyak Ikan Lemuru untuk Pembuatan Lemak Margarin

Karakterisasi dan Fungsi Protein-Protein Spesifik dari Lateks Karet serta Peranannya dalam Produksi Karet

Rekayasa dan Rancang Bangun Generator Ozon untuk Proses Pemutihan Pulp Kertas

Campuran Batu Bara Air Lokal sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak : Ciri Pembakaran dan Pengembangan Prototipe Nosel Burner

Sintesis dan Aplikasi Zirkonia Tersulfatasi sebagai Katalis Baru dalam Oligomerisasi Propena Menjadi Bahan Sejenis Bensin

Penggunaan Media Unggun Tetap pada Pengolahan Lindi dengan Kandungan Materi Organik yang Tinggi secara Anaerob

Bioproses Tepung Bulu Ayam dengan Bacillus licheniformis : Upaya Peningkatan Mutu Ransum

Senyawa Bioaktif dari Mikroalga dan Aplikasinya pada Bahan Pangan

Pemanfaatan Limbah Minyak Atsiri Daun Sirih untuk Produk Emulsi Antioksidan sebagai Bahan Aditif Industri

Aktivitas dan Produksi Komponen Antimikrob dari Rimpang Lengkuas

Sintesis Poliester Asam Lemak Gula dari Minyak Nabati sebagai Ingredien dalam Rangka Memproduksi Makanan Rendah Kalori

Produksi dan Pemanfaatan Lipase untuk Industri Oleokimia dari Minyak Kelapa Sawit

Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh Poliamina dan Prekursornya untuk Memperpanjang Daya Simpan dan Mempertahankan Mutu Buah-Buahan

Pengembangan Produk Makanan Tradisional Rendah Garam Berbasis Ikan melalui Aplikasi Bakteri Asam Laktat Penghasil Bakteriosin

Produksi Pigmen untuk Bahan Pewarna Makanan Menggunakan Substrat Limbah Industri Pangan

Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Bahan Cita Rasa Makanan dengan Memanfaatkan Limbah Hasil Pertanian

Bakteriosin dari Bakteri Asam Laktat sebagai Pengawet Makanan Simpan Dingin

Aspergillus oryzae : Peranannya dalam Detoksifikasi Aflatoksin pada Kedelai serta Penyiapannya sebagai Inokulum untuk Menghasilkan Kecap Aman bagi Konsumen

Osmosis-Puffing sebagai Alternatif Proses Pengeringan Sayuran dan Buah-Buahan

Perbaikan Teknologi Pembuatan Tempe Kedelai dan Pengembangannya pada Industri Tempe Generasi Kedua dan Ketiga

Prototipe Lemari Pembeku Kriogenik untuk Pembekuan Produk Pertanian

Pengolahan Minyak Sawit Mentah untuk Produksi Emulsifier Mono-Diasilgliserol dan Konsentrat Karotenoid

Produksi Cairan Kulit Biji Jambu Mete sebagai Bahan Baku Industri Cat dan Komponen Pelunak Gesekan Sepatu Rem Kendaraan

Mesin Penggoreng Hampa Sistem Swing dan Penerapannya pada Industri Keripik Buah

Penentuan Kematangan Buah Berdasarkan pada Pelacakan Parameter Tumbukan

Pengembangan Metoda Pembekuan Vakum untuk Produk Pangan

Aplikasi Senyawa Poliol Untuk Perbaikan Mutu dan Daya Simpan Makanan Tradisional Setengah Basah Berbasis Pati

Eksplorasi, Pencirian, dan Produksi Lipase dengan Aktivitas Esterifikasi Tinggi Kapang Indigenus

Penentuan Sensitivitas Buah-buahan terhadap Etilena dengan Metode Spektroskopi Fotoakustik Laser Kepekaan Tinggi

Etilena Luka dan Luas Muka pada Irisan Mesokarp Buah Labu Kuning

Pengaruh Penanganan Pascapanen terhadap Keutuhan Butir, Serangan Cendawan dan Produksi Mikotoksin pada Jagung

Pemanfaatan Limbah Cair Tahu untuk Memproduksi Ingredien Pangan

Kemampuan Ekstrak Hati Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Antioksidan untuk Pengembangan Jamu Menjadi Minuman Kesehatan

Produksi Minyak Kaya Arachidonic Acid dari Kapang Mortierella Alpina

Pengolahan dan Optimasi Produk Hidrokoloid Semibasah dari Rumput Laut

Ketahanan Mikrob Pencemar Lada Hitam terhadap Pengeringan untuk Perbaikan Proses dan Peningkatan Ekspor Lada

Sistem Pengering Gabah Kontak Langsung dengan Efek Tarikan Cerobong Berbahan Bakar Limbah Sekam

Kajian Pembuatan Jackfruit Leather dan Stabilitas Penyimpanannya

Pengembangan Mesin Sortasi Otomatis untuk Mangga Menggunakan Pengolahan Citra Dalam Pemutuan

Flavor yang Terikat secara Glikosidik pada Daging Buah Pala

Sistem Pendingin Kombinasi Radiasi Malam Hari dan Menara Pendingin untuk Penyimpanan Sayuran di Dataran Tinggi

Pencirian Isolat Imunogen Larva Viseral Toksokariasis sebagai Perangkat Imunodiagnostik dengan Teknik Blotting

Prevalensi Infeksi Cacing Ascaris suum pada Babi di Bali, Dampaknya pada Babi Penderita dan Upaya Penanggulangannya

Kloning Embrio melalui Rekayasa dan Pembuatan Kembar Identik serta Pembekuan dengan Metode Vitrifikasi

Penentuan Kebutuhan Nutrien Ternak Ruminan berdasarkan Metabolisme Kuantitatif

Pengembangan Benih Udang Windu yang Resisten terhadap Virus Monodon Baculovirus

Teknologi Fertilisasi in Vitro dalam Upaya Meningkatkan Populasi Ternak serta Produksi Sel Oviduk dan Serum Domba

Teknologi Fertilisasi in Vitro dalam Upaya Meningkatkan Populasi Ternak serta Produksi Sel Oviduk dan Serum Domba

Penggunaan Bagas Tebu Olahan dengan Tekanan Uap untuk Ternak Domba

Pendekatan Bioteknologi Bungkil Biji Jarak melalui Fermentasi guna Meningkatkan Mutu Bahan Pakan Ternak

Peningkatan Produktivitas Ternak Domba melalui Program Perbaikan Mutu Genetik dan Penerapan Teknologi Bioreproduksi

Ekofisiologi dan Implementasinya untuk Perbaikan Manajemen Bioteknik Budi Daya Udang Windu

Pendugaan Mutu Protein Bahan Pakan untuk Ternak Ruminansia

Model Penduga Sintesis Protein Mikrob Rumen Berdasarkan pada Ekskresi Metabolisme Basa Purin : Manfaatnya dalam Evaluasi Potensi Ruminansia Asli Indonesia dan Mutu Bahan Pakan

Upaya Pembekuan Embrio Hasil Pembuahan In Vitro dengan Spermatozoa Sexing

Peningkatan Populasi dan Mutu Genetika melalui Produksi Kembar Identik 4 dan 8 Embrio Hasil Fertilisasi In Vitro Sapi Madura

Pemanfaatan Limbah Organik dari Pemeliharaan Ulat Sutra pada Lahan Murbei untuk Perbaikan Kesuburan Tanah dan Mutu Benang Sutera Alam

Teknologi Pembekuan Embrio Sapi Perah dan Pemanfaatannya dalam Transfer Embrio

Teknologi Fermentasi Campuran Limbah Pabrik Tepung Tapioka dan Kotoran Ayam Kering sebagai Bahan Pakan Ternak Unggas

Rancang Bangun Multi-Alat Tangkap Rawai-Dogol-Payang Berkelanjutan Skala Perikanan Rakyat

Implementasi Teknologi Perkawinan untuk Mendapatkan Lebah Madu Superior melalui Seleksi dan Analisis Isozim

Rekayasa Cita Rasa Madu Lebah dan Upaya Peningkatan Produksinya dengan Menggunakan Umpan Senyawa Sintetik

Kebutuhan Energi untuk Kerja pada Kerbau di Daerah Tropika Lembab

Pengelolaan Polinator Hayati Lebah Madu di Perkebunan Kopi Toraja

Pengembangan Paket Teknologi Multi-Alat Tangkap Rawai-Jaring Insang Hanyut

Pemuliaan Sapi Perah melalui Sistem Recording : Kajian Terapan di Jawa Barat

Integrasi Ternak dan Penyediaan Pakan Sistem 3-Strata Termodifikasi di Daerah Dataran Tinggi Jawa Tengah

Produksi, Kriopreservasi, dan Penentuan Jenis Kelamin Embrio Hasil Vertilisasi In Vitro Menggunakan Sumber Sel Telur Anak Sapi

Kecernaan Kompartimental Riel Nitrogen Pakan di dalam Intestinum dan Rendemen Transformasinya ke dalam Nitrogen Mikroorganisme pada Ruminansia

Penyediaan Telur Ikan Nilem sebagai Produk Perikanan Andalan

Paket Teknologi Budi Daya Kepiting Bakau: Produksi Benih Massal dan Metode Pembesarannya

Pemanfaatan Serangga Parasitoid (Hymenoptera pteromalidae) dalam Metode Pengendalian Hayati Lalat Pengganggu di Peternakan Ayam di Bogor

Seleksi Karakter Tipe Pedaging pada Sapi Jantan Bali Rakyat Melalui Kontrol Individu untuk Tujuan Inseminasi Buatan

Kebutuhan Asam Lemak Esensial, Vitamin, dan Mineral dalam Pakan Induk Ikan Patin untuk Reproduksi

Kebutuhan Nutrisi Ikan Gurame untuk Pertumbuhan dan Reproduksi

Genetika Penampilan Bulu pada Ayam Kampung sebagai Plasma Nutfah untuk Kemampuan Adaptasi Produksi terhadap Lingkungan Tropis

Teknologi Produksi Benih Unggul Ikan Mas

Pembuatan Embrio Jantan dan Betina secara Terpisah serta Pengembangan Cell Line sebagai Pemicu Pertumbuhan dengan Penerapan Teknologi Bayi Tabung pada Sapi

Potensi dan Prospek Penggunaan Gulma Air sebagai Pakan Unggas

Teknologi Pembenihan Teripang Putih (Holothuria scabra)

Biologi Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) dan Strategi Konservasinya melalui Teknologi Produksi Semen Beku dan Inseminasi Buatan

Pengoptimuman Lingkungan dan Nutrisi pada Budi Daya Ikan Sidat Lokal

Sinkronisasi Degradasi Energi dan Protein dalam Rumen pada Ransum Basal Jerami Padi untuk Meningkatkan Efisiensi Kecernaan Nutrien Sapi Potong

Pengembangan Sapi Hissar Di Wilayah Moyo Hilir Sumbawa

Evaluasi Protein Pakan Ruminansia Melalui Pendekatan Sintesis Protein Mikrob di dalam Rumen

Penentuan Jenis Kelamin Embrio Sapi untuk Tujuan Transfer Embrio

Produksi Tepung Ikan dari Limbah Industri Perikanan secara Enzimatik melalui Reaksi Plastein

Viabilitas Embrio Hasil Fertilisasi in Vitro dengan Sperma Seksing

Transfer Omega-3 dari Limbah Industri Pengolahan Ikan dan Komposisi Kimia Telur Berbagai Jenis Unggas

Peningkatan Kualitas Jerami sebagai Pakan

Upaya Peningkatan Mutu dan Daya Guna Limbah Dedak Padi

Pembuatan dan Pemanfaatan Antibodi Monoklonal untuk Sertifikasi Benih dan Epidemiologi Virus Kerdil Kedelai

Pemanfaatan Antibodi Monoklonal untuk Deteksi Baculovirus oryctes

Seleksi Genotipe melalui Teknik In Vitro untuk Mendapatkan Klon Bawang Putih Unggul Dataran Rendah

Perbanyakan Tanaman Bulian melalui Teknik Kultur Jaringan

Peningkatan Produksi Jagung melalui Perbaikan Mutu Genetika Tanaman yang Toleran terhadap Kondisi Tanah Masam

Salinitas dan Oksidasi-Reduksi Pirit pada Lahan Rawa Pasang Surut Pantai Timur Sumatera Selatan

Status Kesuburan Tanah Bekas Tambang Batu Bara pada Pertanaman Sengon dan Turi Berumur 2 Tahun

Modifikasi Rancangan Dialil untuk Mendapatkan Kopi Arabika Unggul Berdasarkan Aktivitas Nitrat Reduktase

Analisis Lintasan antara Sifat Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Dosis Pupuk Fosforus yang Berbeda

Efektivitas Benzil Adenina dalam Merangsang Multiplikasi Tunas Strauberi In Vitro dari Eksplan Meristem Pucuk

Poliamina Meningkatkan Regenerasi Tanaman Hijau pada Kultur Antera Padi cv. Taipei

Potensi dan Pengembangan Plasma Nutfah Abaka untuk Bahan Baku Pulp dan Kertas: Seleksi Varietas dan Rekayasa Genetik

Pembentukan Galur Murni Cabai Menggunakan Teknik In Vitro dan Mutagenesis

Pengembangan Model Simulasi Tanaman Padi Sawah di Indonesia

Sistem Drainase dalam Hubungannya dengan Oksidasi Pirit serta Pengaruhnya pada Sifat Kimia Tanah dan Mutu Air pada Tanah Sulfat Masam

Pengaruh Jenis Semaian Batang Bawah dan Model Sambungan pada Keberhasilan Sambungan Tunas Pucuk secara in Vitro untuk Menghasilkan Bibit Jeruk Besar Nambangan Bebas Penyakit Sistemik

Varietas Unggul Kedelai yang Berdaya Hasil Tinggi dan Toleran Kekeringan

Ameliorasi Tanah Sulfat Masam Potensial untuk Budi Daya Tanaman Pangan yang Dikelola dengan Sistem Mekanisasi

Tahana, Penduga Tahana, dan Alternatif Pengelolaan Belerang pada Tanah Sawah di Pulau Lombok

Investigasi Pengaruh Urea terhadap Dispersi, Struktur dan Erosi Tanah Tropika dengan Manajemen Air dan Pola Tanam Berbeda

Perbaikan Metode Pemantauan Penyakit Tungro untuk Mendukung Program Pengendalian Penyakit secara Terpadu

Produktivitas Tanah Sulfat Masam untuk Budi Daya Tanaman Palawija Melalui Pencucian dan Penggunaan Amelioran

Penerapan Konsep Mekanis Penanaman Palawija Tanpa Olah Tanah di Lahan Sawah Irigasi

Peningkatan Efisiensi Fosforus dan Kalium dalam Sistem Budi Daya Tanaman Pangan Lahan Kering

Paket Penanaman Sayuran Vertikultur untuk Pekarangan Sempit dan Model Penyuluhan untuk Penduduk Perkotaan

Aktivitas Fotosintesis dan Pertumbuhan Tanaman Kapas yang Diberi Metanol

Perbaikan Sifat Pisang ‘Kepok’ Melalui Mutasi Buatan dengan Sinar Gama

Pengoptimuman Pemanfaatan Air untuk Pertanaman Kapas di Sulawesi Selatan

Dinamika Interaksi antara Parasitoid Trichogrammatidae dan Inangnya: Faktor yang Mempengaruhi Mutu Trichogrammatidae sebagai Agens Pengendali Hayati

Produksi Bioinsektisida Nematoda Entomopatogen Isolat Lokal sebagai Agens Pengendali Hayati Serangga Hama Tanaman Tebu dan Kopi

Perakitan Teknologi Produksi Tanaman yang Adaptif terhadap Tegakan Kirinyu dan Berwawasan Lingkungan

Model Rekomendasi Pemupukan Berdasarkan pada Uji Tanah untuk Tanaman Pangan Lahan Kering pada Tanah Tropik Masam di Indonesia

Pemanfaatan Air Tanah dalam Pelaksanaan Sawah Inti Rakyat di Kabupaten Majalengka

Upaya Pelestarian, Pengembangan, dan Peningkatan Produksi Salak Kultivar Gulapasir

Pengembangan Teknologi dan Pemasyarakatan Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Bawang Merah

Budi Daya dan Pengolahan Hasil Kacang-Kacangan sebagai Usaha Produktif Wanita di Lahan Kering Daerah Tangkapan Hujan Waduk Kedung Ombo

Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai terhadap Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita dan M. javanica

Rekayasa Teknologi Pupuk Hayati Mikoriza

Pemanfaatan Trichoderma harzianum sebagai Biofungisida untuk Mengendalikan Patogen Tular Tanah pada Tanaman Kedelai dan Semusim Lainnya di Nusa Tenggara Barat

Evaluasi dan Penentuan Sistem Pengelolaan Hutan Ramin yang Berasaskan Kelestarian

Artropoda Predator Epigeik dan Penghuni Tajuk di Ekosistem Kedelai : Pendekatan Ekologi Lansekap

Genotipe Kacang Tanah Tahan Penyakit Bercak Daun Melalui Persilangan Interspesifik dan Penapisan Plasma Nutfah

Pengendalian Terpadu Nematoda Puru Akar Padi

Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Hasil Kedelai dengan Pemuliaan

Pengolahan Pucuk Tebu untuk Pakan Ternak Ruminansia

Pemanfaatan Bacillus thuringiensis dalam Pengendalian Hama Tanaman Pangan secara Hayati

Mikoriza Vesikula-Arbuskula dan Pupuk Batuan Fosfat untuk Meningkatkan Produksi dan Nilai Nutrisi Hijauan Leguminosa Pakan

Peningkatan Produktivitas Tanah Terdegradasi Melalui Teknologi Biomassa

Pembudidayaan Beberapa Jenis Bambu yang Penting di Indonesia

Pertumbuhan Batang Atas Jeruk Besar ‘Cikoneng’ dan ‘Nambangan’ pada Beberapa Jenis Batang Bawah

Pengembangan Tanaman Mangga pada Agrosistem Pekarangan Lahan Kering di Jawa Timur

Pelestarian Plasma Nutfah Tanaman Tomat untuk Sifat Toleran terhadap Cekaman Air

Uji Multilokasi Galur Murni Hasil Persilangan Kedelai Varietas Dempo × Wilis untuk Memperoleh Varietas Kedelai Toleran Tanah Masam dan Berdaya Hasil Tinggi

Peningkatan Produktivitas Tanah Gambut Melalui Pengendalian Reaktivitas Asam Organik Meracun : Persyaratan Dasar Pengembangan Lahan Gambut

Penapisan Kultivar Padi Gogo Toleran terhadap Keracunan Al dan Hibridisasi Antarkultivar dalam Peningkatan Daya Hasil dan Toleransinya terhadap Tanah Masam

Paket Teknologi Produksi Kedelai pada Lahan Kering

Hubungan Taut-Suai dengan Tingkat Pengangguran Sarjana Alumni Perguruan Tinggi Negeri di Kawasan Sumatera

Kamus Elektronik Istilah Iptek : Kajian Linguistik Mengenai Distribusi dan Unifikasi Istilah Bidang Kesehatan, Teknologi, dan Ekonomi

Jaringan Komunikasi Ilmiah di Indonesia berdasarkan Analisis Subjek dan Analisis Sitiran

Pengembangan Model Sistem Pendidikan Interventif untuk Meningkatkan Peran Ibu dalam Pembinaan Moral Bangsa

Keberhasilan Program PKK dan Kehidupan Keluarga Pedesaan

Transisi Keluarga, Konsumsi Pangan dan Gizi, dan Perkembangan/ Kecerdasan Anak

Pengembangan Kurikulum dan Bahan Belajar Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD dan SLTP dalam Rangka Pembinaan Sikap dan Perilaku Berwawasan Lingkungan

Model Pelaksanaan Pendidikan bagi Anak-anak Kurang Beruntung dalam Rangka Mensukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun

Pendidikan Pencegahan AIDS bagi Siswa Sekolah Menengah di Jawa Tengah

Pengembangan Modul Pelatihan, Penyuluhan Pap Smear-Sadari, dan Strategi Pemasyarakatannya untuk Meningkatkan Mutu dan Jangkauan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara 3

Kematian Ibu yang Hamil Risiko Tinggi : Siapa yang Bertanggung Jawab?

Model Rehabilitasi Para Cacat Bersumber Daya Masyarakat ke Arah Usaha Mandiri di Pedesaan

Pengembangan Paket Pembelajaran IPA : Buku Siswa dan Buku Panduan Guru Berbasis Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Pengembangan Pengajaran IPA di Madrasah Ibtidalyah : Integrasi Pendekatan Agama dan Keterampilan Proses

Kupu-Kupu Papilionidae di Kawasan Cagar Alam Lembah Harau, Sumatera Barat

Penggunaan Marker RFLP dan DNA Mitokondria untuk Meningkatkan Usaha Lebah Madu di Indonesia

Persaingan antara Banteng dan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Potensi Senyawa Bioaktif dari Mikoriza Rhizopogon sp., Scleroderma sp., dan Cenoccocum sp. yang Bersimbiosis dengan Tanaman Pinus merkusii

Purifikasi dan Determinasi Kandungan Senyawa Antimikrob dari Lentinus cladopus Tropik

Eksplorasi Protease Bakteri Asal Indonesia

Biosintesis Senyawa Antioksidan Picung (Pangium edule Reinw.)

Potensi Tanaman Sambiloto dalam Penghambatan Pertumbuhan Aspergillus flavus dan Produksi Aflatoksin

Efektivitas Krioprotektan dan Evaluasi Mutu Spermatozoa Hasil Kriopreservasi sebagai Kontribusi Potensial Preservasi Genetika Ayam Hutan Hijau yang Ditangkarkan

Identifikasi Plasma Nutfah dan Pemakaian Teknik In Vitro untuk Menunjang Pemuliaan Pisang Indonesia

Identifikasi dan Isolasi Protein Antimikrob dan Pengatur Kekebalan Laktoferin pada Tupai

Feromon Seksual dan Autodiseminasi Virus pada Serangga Spodoptera exigua Hubu (Lepidoptera : Noctuidae)

Isolasi, Pemurnian, dan Modifikasi secara Kimia L-Asparaginase Erwinia carotovora ECC 9601 Galur Lokal

Analisis Biokimia Enzim DNA Polimerase dari Bakteri Termofil Galur Lokal

Dua Senyawa Antitumor dari Dua Spesies Tumbuhan Cryptocarya

Isolasi dan Pencirian Senyawa Antimikrob dari Kulit Buah Manggis

Isolasi dan Karakterisasi Dehalogenase dari Pseudomonas cepacia

Senyawa Aktif Analgesik dari Akar Pakis Tangkur (Polydium feei Mett.)

Biotransformasi Residu Pestisida Organoklorin oleh Bakteri Tanah

Pemanfaatan Lignin dari Limbah Industri Kertas dan Serbuk Gergaji untuk Pembuatan Turunan Antibiotik C-9154

CT Scan Berbasis Sinar-x Fluoresens Digital

Isolasi dan Pencirian Protein Membran Toxoplasma gondii Isolat Lokal

Produksi Glikosida secara Biotransformasi dengan Kultur Sel Amobil

Pembentukan Galur Saccharomyces yang Mampu Mencerna Pati secara Langsung menjadi Etanol melalui Kloning Gen Amilase

Pemurnian dan Pencirian Faktor Antibakteri dari Bekicot Indonesia

Struktur dan Sifat Kemagnetan Magnet Permanen Hibrida Isotrop Berperekat Berbasis Nd-Fe-B

Metode Prediksi Beban Energi Listrik yang Akurat, Fleksibel, dan Adaptif yang Diimplementasikan dalam Peranti Lunak Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan

Transformasi Wavelet Sinyal Ucapan Waktu Nyata Menggunakan Prosesor Sinyal DSP untuk Aplikasi Telekomunikasi Telepon Digital Hemat Saluran

Metode Volume Hingga untuk Grid Tak Berstruktur

Integrasi Model Spektral dan Model Spasial-Ekologis pada Pengolahan Citra Satelit untuk Estimasi Produksi Pertanian

Sintesis Keramik Ubahan Gradual Al2TiO5/Al2O3 dengan Aditif MgO untuk Aplikasi Suhu Tinggi

Pemisahan Logam Emas dari Bijihnya dengan Metode Agregasi Hidrofobik

Poliester dari 1,3-Propanadiol Hasil Fermentasi Gliserol sebagai Bahan Baku Polimer Biodegredabel

Pembuatan Elektrode Poli-(O-Fenilen Vinilena) dan Penggunaannya pada Baterai Organik yang Dapat Diisi Kembali

Kondisi Terumbu Karang Ditinjau dari Laju Pertumbuhan Karang pada Kawasan Wisata Bahari Gili Meno Lombok

Ciri Dinamik dan Optimasi Model Raket Bulutangkis

Pengembangan Teknik untuk Penapisan Bacillus thuringiensis

Pengembangan Sistem Flowmeter Ultrasonik dengan Teknik Tomografi untuk Pencitraan Proses Aliran Fluida

Kestabilan Penjalaran Soliton dalam Serat Optik terhadap Sinyal Luar

Perancangan Prototipe Sistem Visi Komputer untuk Identifikasi Bakteri dengan Sistem API20E

Manipulasi Hormon dan Suhu untuk Produksi Jantan Homogamet dalam Rangka Pengembangan Budi Daya Monoseks Betina pada Ikan Patin

Pengamatan Bintik Matahari dan Hubungannya dengan Perubahan Geomagnetik dan Gjala El Nino/La Nina

Paket Teknologi Produksi Benih Kerang Kipas-Kipas Amusium sp.

Keterpengaruhan Aktivitas Erupsi Gunung Api oleh Aktivitas Gempa Tektonik di Busur Vulkanik Daerah Subduksi

Sintesis Klovanadiol dari Kariofilena

Pengembangan Sensor Medan Magnet Fluxgate dengan Metode Posisi Pulsa

Penampilan Calon Ratu Lebah yang Dibuat dengan Grafting Bertahap

Regresi Poisson Multirespons dan Penerapannya pada Analisis Angka Prevalensi Sepuluh Penyakit yang Sering Berjangkit, serta Model Pengendalian Persediaan dan Pendistribusian Obatnya

Ekspresi Gen Amilase Hasil Rekombinasi Galur Lokal Saccharomyces cerevisiae untuk Produksi Etanol

Komputasi Persamaan Integral dan Pemakaiannya untuk Masalah Invers

Isolasi Zat Antimikrob dari Spons Laut

Metode Automata Kisi-Gas untuk Kajian Aliran Fluida dalam Menentukan Selektivitas Membran Berpori

Eksplorasi, Identifikasi, dan Koleksi serta Budi Daya Anggrek Irian Jaya dalam Menunjang Konservasi Plasma Nutfah di Indonesia

Penentuan Struktur Material dengan Menggunakan Metode Patterson pada Difraksi Sinar X

Seleksi Galur Bradyrhizobium japonicum Resistens Logam Berat

Plot Percontohan Pengelolaan Habitat Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Rutin dari Daun Singkong Limbah Pabrik Tapioka dan Diversifikasi Pemanfaatannya

Isolasi dan Pemanfaatan β-Sitosterol dari Limbah Minyak Sawit

Penarikan β-Karotena dari Limbah Minyak Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya

Rekayasa Dadih dengan Starter Strepcoccus lactis dan Lactobacillus acidophyllus untuk Mencegah Kanker dan Mengurangi Kolesterol Darah

Penyuntikan Jangka Panjang Testosteron Enantat + Depot Medroksiprogesteron Asetat Setiap Bulan sebagai Model Kontrasepsi Pria Indonesia

Studi Bioaktivitas Toksin Clostridium botulinum terhadap Zat Pertahanan Tubuh Manusia

Telaah Faktor Adhesivitas Escherichia coli Enteropatogenik dalam Penanggulangan Penyakit Diare di Indonesia

Formulasi Sediaan Tablet Beberapa Macam Zat Aktif yang Digunakan sebagai Obat Esensial Nasional

Pembuatan Sediaan Fitofarmaka Antiinflamasi yang Efektif dan Aman

Produksi Antibiotik Sefalosporin C menggunakan Cephalosporium acremonium

Pengembangan Paket Produk Probiotik Bakteri Penghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen Vibrio pada Budi Daya Tambak Udang

Pendayagunaan Belerang Indonesia sebagai Bahan Baku Sediaan Obat

Pemanfaatan Minyak Ikan Lemuru untuk Pengayaan Asam Lemak Omega-3 Kuning Telur dan Aplikasinya dalam Bidang Kesehatan dan Gizi

Aktivitas Serinhidroksimetiltransferase pada Tikus Penderita Hiperlipoproteinemia

Pemanfaatan Minyak Atsiri Jahe sebagai Anti-Filariasis pada Penderita Infeksi Brugia malayi di Daerah Kalimantan

Pengembangan Kit Diagnostik dengan Antibodi Monoklonal Antilipopolisakarida Porphyromonas gingivalis untuk Deteksi Keberhasilan Perawatan Penyakit Periodontal

Malaria dan Kehamilan : Dampak terhadap Ibu, Janin, dan Bayi serta Potensi Intervensi Kemoprofilaksi

Antibodi Antisperma pada pria Infertil : Deteksi dan Patogenesis

Isolasi DNA dari Bahan Tulang dan Gigi Pascamortem untuk Penentuan Jenis Kelamin dan Analisis Forensik

Rekayasa Antigen Determinan sebagai Perangkat Diagnosis Toksokariasis pada Sapi Perah

Pembuatan Anti Asam Glutamat Dekarboksilase dan Anti-Gad Antibodi untuk Prediksi Penderita Prediabetes Melitus

Respons Imunologis terhadap Streptococcus equi subsp. zooepidemicus : Sifat Hayati Bakteri dan Upaya Peningkatan Imunogenitasnya

Pengembangan Diversifikasi Konsumsi Pangan dan Peningkatan Status Gizi Keluarga melalui Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat

Isolasi Senyawa Antimutagenik dari Tumbuhan Pakan Primata, Puspa (Schima Wallichii Korth)

Pengembangan Vaksin Kontrasepsi dari Bovine Zone Pellucida

Pengembangan Probiotik Bakteri Asam Laktat Indigenus untuk Pencegahan Hiperkolesterolemia

Optimasi Produksi Anti Hiperkolesterolemia Golongan Inhibitor CoA Reduktase dari Beras Angkak Hasil Fermentasi Kapang Monascus purpureus Isolat Lokal Cikapundung Bandung

Preparasi dan Penggunaan Vaksin Polivalen sebagai Pendekatan Baru Pencegahan Mastitis pada Sapi Perah

Vaksinasi LDL-yang Dioksidasi pada Aterosklerosis Fase Awal

Mutasi Regio Gen rpo B pada Galur Mycobacterium tuberculosis Resisten Rifampisin Isolat Penderita Tuberkulosis Paru

Peran Apolipoprotein E dalam Timbulnya Penyakit Jantung Koroner pada Populasi Jawa

Formulasi Senyawa Baru Antiinflamasi PGV-0 dalam Bentuk Sediaan Tablet

Pencirian Protein Imunogenik Virus Dengue Isolat Indonesia sebagai Bahan Vaksin Subunit

Interaksi Antara Kurkumin Sintetik dan Turunannya dengan Prostaglandin dan Hormon Lutein dalam Produksi Progesteron oleh Kultur Sel Luteal Tikus

Pengaruh Pemberian Zat Besi pada Pembentukan Reactive Oxygen Intermediate Sel Makrofag Alveolar, Kadar SOD, MDA, dan Gambaran Histopatologis Marmot yang Dipapar dengan Mikobakterium Tuberkulosis

Risiko Kristalografik Campuran Asetaminofen dan Ibuprofen dalam Sediaan Tablet

Pengembangan Vaksin Cocktail Berdasarkan Komposisi Imunogenik Protein Struktural Virus Dengue Isolat Indonesia

Optimasi Efek Preklinik Flavonoid sebagai Hipotenser Alami Melalui Pendekatan Struktur Aktivitas

Prostesa Sendi Lutut untuk Penggantian Lutut Total Geometrik

Diagnosis Infeksi Aktif Toxoplasma gondii pada Ibu Hamil dengan Menggunakan Antibodi Monoklonal

Pencemaran Limbah Domestik pada Beberapa Klaster Masyarakat

Pengembangan Industri Kerajinan Bernilai Ekonomi melalui Model Pelatihan bagi Remaja Putus Sekolah di Kabupaten Nias

Model Penyelesaian Sengketa Melalui Pranata Perdamaian Adat dalam Memelihara Ketahanan dan Ketertiban Masyarakat Miskin di Daerah Terpencil dan Terisolasi di Pulau Enggano

Peran Serta Asosiasi Lokal dalam Mendukung Kemampuan Pemerintah Daerah untuk Menyelenggarakan Otonomi Daerah

Pertumbuhan Ekonomi dan Pergeseran Struktural dalam Industrialisasi di Indonesia : Pendekatan Model Dual - Economy

Dampak Liberalisasi Perdagangan pada Kinerja Perekonomian Indonesia dan Antisipasinya Menghadapi Era Abad Asia Pasifik

Peran Birokrasi Publik dalam Meningkatkan Daya Saing dan Efisiensi Industri di Indonesia

Pengaruh Aktivitas Sektor Perekonomian pada Mutu Lingkungan di Indonesia

Pengembangan Pariwisata Pedesaan sebagai Alternatif Pembangunan Berkelanjutan

Migrasi Tenaga Kerja Indonesia Ke Malaysia : Determinan, Dampak, dan Kebijakan (Studi Kasus Flores Timur, Lombok Tengah, dan Pulau Bawean)

Model Kelembagaan Akomodatif sebagai Upaya Mewujudkan Struktur Masyarakat Agribisnis Progresif-Integratif Guna Menunjang Pembangunan Wilayah Pedesaan Pantai di Jawa Timur

Agroindustri dan Agribisnis Komoditas Rambutan dan Mangga di Jawa Timur

Rekacipta Penyuluhan Pembangunan dalam Pengembangan Persuteraan Alam di Jawa Timur

Model Simulasi Kebijakan Swasembada Gula Pasir di Indonesia dalam Rangka Menuju Era Perdagangan Bebas

Model Inkubator untuk Pembinaan dan Pengembangan Industri Kerajinan Kayu

Model Pemberdayaan Wanita di Pedesaan serta Dampaknya pada Pengentasan Kemiskinan

Kebijakan Desentralisasi, Mobilitas Penduduk, dan Kesenjangan Antarwilayah : Analisis Ekonomi-Demografi Multiregional

Pengembangan Model Asuransi Contractor’s All Risks sebagai Alternatif Pengalihan Risiko pada Industri Konstruksi di Indonesia

Optimasi Jaringan Perangkutan Barang Nasional : Multimoda dan Multikomoditas

Ukuran Performansi Mutu Bagi Perusahaan-Perusahaan di Indonesia

Desain dan Pengembangan Sistem Dokumentasi Pariwisata

Perbandingan Implikasi Kebijakan Perdagangan AFTA dan WTO pada Perekonomian Indonesia

Mencari Bentuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian bagi Sistem Pertanian Berbudaya Industri

Eksplorasi Sumber Daya Estetis, Standarisasi Perencanaan, dan Model Pengembangan Produk Pariwisata Danau Toba

Pengembangan Agribisnis Sapi Perah di Daerah Agroekosistem yang Berbeda di Jawa Timur

Dampak Kebakaran Hutan

Dampak Ekonomi
Dampak kebakaran hutan secara ekonomi yaitu hilangnya sumber daya alam berupa berbagai potensi yang ada didalamnya baik berupa kayu ataupun non-kayu yang melimpah dan mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Ini sudah tentu akan mempengaruhi perekonomian nasional karena hasil hutan ini merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar dan dominan.

Dampak Ekologis
Dampak secara ekologis berupa turunnya kualitas ekosistem yang berfungsi sebagai system penyangga kehidupan, sebagai akibat dari berkurangnya keanekaragaman jenis flora dan fauna yang merupakan sumber plasma nutfah dan berubahnya fungsi hidrologi, pola hujan lokal maupun regional.

Dampak Estetis dan Nilai Ilmiah
Hutan merupakan pemandangan alam yang indah dan dapat dirasakan secara langsung apabila kita berada didalamnya, sehingga kitapun mengenal adanya istilah hutan wisata atau sejenisnya. Rasa sejuk dan nyaman sebagai akibat iklim mikro yang ditimbulkan oleh kumpulan berbagai vegetasi pada suatu kawasan adalah sesuatu yang khas dari hutan dan tidak didapatkan ditempat lain. Namun semua itu bisa lenyap dan berubah sebaliknya apabila kebakaran hutan terjadi. Hutan juga mempunyai nilai ilmiah yang sangat tinggi. Berbagai macam vegetasi yang saling berkaitan satu sama lain serta berbagai jenis hewan bersatu membentuk suatu komunitas yang sangat komplek.Sehingga kebakaran hutan akan terasa secara langsung dipandang dari segi keindahan alam dan nilai ilmiah yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Dampak Politis
Dampak kebakaran hutan secara politis antara lain berupa gangguan terhadap lingkungan akibat asap yang sangat merugikan baik di negara kita sendiri maupun bagi negara tetangga.

Dampak Sosial
Dampak kebakaran hutan secara sosial terutama dirasakan oleh masyarakat disekitar kebakaran terjadi. Dampak ini berupa berkurangnya atau hilangnya mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

PENCERAHAN DUNIA PENDIDIKAN BERNAMA KAMPUS

Tulisan/Artikel ini adalah kiriman dari saudara:

M. Yusdin*

*Adalah Pemilik Blog www.perskapolitani.blogspot.com

*Adalah Jurnalis pena biru UKM PERSKA




Sebuah Tulisan terinspirasi dari “kesalahan & kekurangan. Kesalahan & kekurangan yang wajar dilakukan oleh seorang mahasiswa pada sebuah perkuliahan rutin.”Mahasiswa diusir dari ruang kuliah”. Apa yang terjadi selanjutnya adalah mahasiswa tersebut hanya diam seribu bahasa hal yang tidak seharusnya dilakukan.Mau tidak mau atau suka tidak suka mahasiswa tersebut menurut seperti sapi karna menurutnya melawan ataupun membela bukanlah sebuah pilihan tepat yang harus dilakukan. (sangat disayangkan)
PENCERAHAN DUNIA PENDIDIKAN BERNAMA KAMPUS
KAMPUS
Hanya karena terlambat dari aturan yang telah ditetapkan oleh otoritas sang guru besar  atau hanya karena tidak memfoto kopi mata  kuliah dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, sang guru besar mengamuk dan mengeluarkan sang pencari ilmu dari ruang kuliah bagaikan seorang majikan yang marah terhadap pembantunya (budak). Sangat sulit ditebak penyebab ketersinggungan sang guru besar. Bagaimana bisa seorang pendidik yang lumrah dipandang bijak bisa melakukan sikap seperti itu? Bukankah “kesalahan & kekurangan” seperti itu lumrah dari seorang penimba ilmu ??? Sebagai insan akademik pengajar mungkin semestinya bisa menganggapnya sebagai sebuah celah untuk dicarikan perekat dan penutupnya,bukan malah sebaliknya mencari celah bagi lubang besar yang di hadapannya.
Sebuah cerminan sikap mutualisme akademisi bagi seorang mahasiswa !!! kisah singkat diatas adalah sebuah cermin. Sebuah cermin bahwa kurikulum pengajaran yang kita pergunakan memang patut dipertanyakan lebih dalam lagi ….. (insan pencari kebenaran bernama mahasiswa). Satu hal yang perlu terpahamkan selama menjadi mahasiswa adalah kita selalu hidup di sebuah jaman dimana berlaku polarisasi sosial yang sangat tegas antara insan penimba ilmu (mahasiswa) dan insan pengajar (dosen,pegawai,asisten,) antara si cerdas dan si kurang cerdas, antara anak keluarga dosen dan anak bukan siapa-siapa (mahasiswa rantauji). Itulah realitas sosial yang didapati di lingkungan akademik bernama kampus. Penilaian dosen sekarang banyak dibatasi dengan label intelektualitas yang kita sandang, IPK yang tinggi sampai warna-warni kulit dan kecerdasan yang memang sudah ditentukan oleh Tuhan. Jika Tuhan memang telah menciptakan manusia itu berbeda-beda, lalu kenapa kita sebagai pelajar dipaksa untuk sejajar,ingin semuanya disamakan sesuai dengan kehendak sang guru besar ????
Argumen yang sangat benar bahwa seorang pengajar memang mempunyai intelektualitas yang lebih dari mahasiswa. Tapi satu hal yang sering kita lupakan adalah intelektualitas itu sendiri merupakan buah dari kemampuan mengasah daya kerja pikiran. Sementara otak memiliki sifat memilih-milih, mengkategorikan serta mengobyeksikan sesuatu yang utuh menjadi bagian-bagian yang terhegemonik. Ini pula yang sering terjadi,apa memang intelektualitas yang dimilikinya seringkali melihat perbedaan serta kekuarangan pada orang lain ketimbang persamaan dan kelebihan ???? Dalam lingkungan akademik bernama kampus, disadari atau tidak, pikiranlah yang memisahkan kita dengan orang lain, meskipun pada hakikatnya kita sama. Otaklah yang merespon kita untuk bergaul dengan orang yang berintelektualitas yang sama dengan kita, otak pulalah yang memberi istilah si-pandai dan si-kurang pandai bahkan si-licik. Pikiran pulalah yang menghilangkan sifat kesahajaan sebagai insan intelektual.
Inilah kehidupan yang berlaku bagi kaum yang juga berpredikat intelektualitas bernama mahasiswa. Dosen seringkali dan ingin (sekali) dihargai berdasarkan atribut akademik yang mereka sandang. Dan karena itulah mereka merasa pantas memperlakukan yang lain dengan semena-mena. Lebih ironisnya lagi, hanya dengan atribut tersebut mereka  merasa paling bisa dan paling mampu, merasa harus dan wajib dituruti serta tidak wajar bila ada pendapat yang berbeda dengannya.
Mereka seorang guru besar, insan pengajar, haus akan penghargaan, Barangkali (benar) mereka memang telah banyak membaca buku-buku orang hebat dalam sejarah, berupa karya intelektualitas Nur Cholis Majid sampai karya sufistik Ibnu Al-Rabi atau karya monumental dari mistikus kontemporer selevel Khalil Gibran dan karya filosofis sehebat Nietzhe, serta buku-buku berat seperti Charles Darwin dengan teori evoluisinya yang fenomenal.
Lihatlah dalam diri kita masing-masing, apakah dengan belajar ilmu, beragam konsep dan teori serta menghapal rumus-rumus perhitungan matematis disertai dengan gelar kesarjanaan membuat kita semakin sadar atau justru ego kita yang muncul ???? Kalau benar demikian, itu artinya hanya peniruan buah pikiran orang lain tanpa adanya transformasi dalam diri. Lalu apa yang bisa diajarkan kepada mahasiswa yang dibimbing ???? Begitu banyak guru besar dan sarjana bergelar sarjana,Master & doctor yang bisa kita temui di dunia akademik intelektual bernama kampus. Sayangnya, seringkali hanya datang untuk memperkuat ego,masih kenal sistem kekerabatan dalam banyak hal, masih melepas tanggung jawabnya sebagai pengajar hanya dengan selembar fotocopy yang berdebu.
Banyaknya Muncul dosen fotocopy,dosen pemindah jadwal serta iklim belajar-mengajar kelas yang tidak kondusif adalah penyebab hilangnya minat berkompetensi mahasiswa,dan timbulnya sifat kekakuan pada mahasiswa.Ada dosen yang hanya mengajar 1-3 kali selama masa perkuliahan dan setelahnya mengeluarkan nilai yang bervariasi sesuai dengan kehendak pribadi.
Menciptakan dunia akademik yang bernama kampus adalah tanggung jawab kita bersama,tanggung jawab semua pihak yang terlibat. Mahasiswa sebagai insan pembelajar, & dosen sebagai pengajar. Hanya saja kaum pengajarlah yang harus memulainya. Kalau bukan mereka siapa lagi? Bukankah mereka lebih intelek dari mahasiswa ?????
Nietzhe Sang filosof nyentrik ini pernah berkata bahwa satu-satunya hal yang menghalangi manusia untuk maju dan melangkah kedepan  adalah “Tuhan”, jadi, kalau kita mau menjadi manusia yang sesungguhnya, maka kita terlebih dahulu harus membunuh tuhan-tuhan (orang berlagak kayak tuhan) tersebut. Dan tuhan-tuhan itu adalah hal-hal yang menghalangi kita untuk menemukan jati diri, yang bisa saja berbentuk kurikulum yang kaku, dosen fotocopy,dosen pemindah jadwal,atau dosen pelepas tanggung jawab dengan hanya secarik kertas berdebu atau mereka-mereka yang merasa egois dan ingin sekali dihargai karena strata intelektual yang sedikit lebih dari orang kebanyakan.
Kata kuncinya hanya sebuah kata sederhana: MENYENANGKAN, dan inilah yang tidak bisa kebanyakan mahasiswa peroleh di dunia akademik bernama kampus.
 
© Bosan Kuliah All Rights Reserved